......
Aku tak akan mencintaimu untuk kedua kalinya
Aku tak ingin mencintaimu untuk kedua kalinya
*
'Huh....' entah sudah berapa kali aku menghela napas panjang. Dan entah sudah berapa kali pula aku memandang ke seluruh penjuru ruangan ini. Ruangan yang pernah menjadi milik kami, namun kini harus kutinggalkan. Harus, karena aku tak sanggup terus hidup di masa lalu yang ia tinggalkan di ruangan ini.
Sebentuk mimpi indah yang telah retak, untuk apa menyimpannya terus di dalam hati? Ah..
Aku tak ingin terus menghirup atmosfer sedih ini. Aku segera berkemas. Dan saat tanganku mencapai meja rias, kulihat sebotol parfum itu. Wangi yang sampai sekarang pun tak kutahu apa : mawarkah? melatikah? atau malah eidelweis?
Sekejap saja, hipokampus pun kehilangan pintunya. Pintalan memori berhamburan memenuhi ruangan kecil itu.
Kutatap diriku di pantulan kaca.
Aku menangis. Menyadari betapa tak bisanya aku tanpa dirinya...

Comments